IMG-LOGO
Home Family Dugaan Pelecehan Gofar Hilman Cuma Serpihan Kecil, Faktanya Kasus Pelecehan Wanita di Indonesia Sangat Mengerikan
Family

Dugaan Pelecehan Gofar Hilman Cuma Serpihan Kecil, Faktanya Kasus Pelecehan Wanita di Indonesia Sangat Mengerikan

by nat - June 10th, 2021 126 Views
Dugaan Pelecehan Gofar Hilman Cuma Serpihan Kecil, Faktanya Kasus Pelecehan Wanita di Indonesia Sangat Mengerikan

Nama Gofar Hilman mendadak menjadi viral. Bukan karena konten yang disajikan, melainkan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang wanita. Kejadian itu diungkap di Twitter oleh akun quweenjojo atau nyelaras yang mengaku sebagai korban. 


Kejadian itu terjadi tiga tahun silam, tepatnya pada Agustus 2018.  





Untungnya, lanjut dia, ada seorang pria yang menariknya, sehingga dia terlepas dari rangkulan Gofar. “Dia bilang lo udah aman di sini.” Gue lupa banget nama lo. Tapi kalau suatu saat lo baca dan ngeh ini lo, maaf gue belum sempat ngomong makasih banyak nolongin. Gue berusaha stay cool saat itu, tapi otak gue sebetulnya blank,” dia menjelaskan. 


Baca Juga: 

Alasan kenapa baru mengungkap? 


Korban merasa dirinya ingin mendapatkan keadilan, dan akhirnya berani menyampaikan hal tersebut kepada orang-orang terdekat, pada awalnya.  


Dari situ, dia mendapatkan keberanian untuk mengungkap hal ini ke publik. “Sekarang gue merasa punya orang-orang terdekat yang supportive banget, jadi udah nggak takut lagi kalau diamuk penggemarnya,” katanya. 


Gofar membantah 



Terkait kasus ini. Gofar Hilman membantah telah melakukan pelecehan seksual terhadap quweenjojo. “Untuk masalah tuduhan pelecehan, di sini gue yakin tidak melakukan hal itu, ada dua orang yang dampingin gue saat itu,” kata Gofar di Twitter. 


“Satu orang cewek panitia dan satu orang cowok asisten gue, mereka yang jagain gue sampe masuk mobil di akhir acara. Konfirmasi mereka bilang gue nggak melakukan seperti yang dituduhkan tersebut,” sambung Gofar. 

Fakta Kasus Pelecehan di Indonesia 


Komnas Perempuan mencatat adanya 299.911 kasus pelecehan seksual di masa pandemik. Ironis banget yah. 


Meski demikian, angka tersebut belum dipastikan tepat, karena Komnas Perempuan kesulitan meraih data tepat karena pandemik. Pada tahun 2020, angka kasus pelecehan seksual terhadap wanita mencapai 431.471 kasus. 

Kasus terbesar: 

1. Kekerasan terhadap istri

2. Kekerasan dalam pacaran

3. Kekerasan terhadap anak perempuan

4. Kekerasan terhadap mantan pacar dan mantan suami

5. Kekerasan terhadap pekerja rumah tangga perempuan. 


Kekerasan yang paling menonjol: 


Ranah pribadi:

1.Kekerasan fisik

2. Kekerasan seksual

3. Kekerasan psikis 


Ranah publik: 

1. Perkosaan

2. Pencabulan

3. Pelecehan seksual

4. Persetubuhan

5. Percobaan perkosaan. 

Kenapa kasus kekerasan perempuan terus meningkat? 


Komnas Perempuan mengungkap bahwa kasus pelecehan seksual terus meningkat karena korban enggan melapor. Pun dengan aparat hukum yang malah cenderung menyalahkan korban. 


Selain itu, berdasarkan data, Komnas Perempuan menyebut bahwa 50 persen kasus pelecehan seksual berakhir dengan jalur mediasi, yakni menikahkan korban dengan pelaku kekerasan.  


Komnas Perempuan mengungkap kenapa kasus kekerasan seksual terus meningkat: 

1. Ketimpangan relasi kuasa

2. Kuatnya budaya patriarki

3. Pemakluman oleh masyarakat

4. Penegakkan hukum yang lemah 

Pelecehan Seksual Juga Terjadi di Internet 


Data terakhir menunjukkan kekerasan berbasis online meningkatkan lebih dari 40 persen. 


Ada tiga bentuk kekerasan seksual berbasis online: 


1 Kekerasan seksual yang difasilitasi teknologi


Pelaku melakukan kekerasan seksual (pencabulan, penyiksaan seksual, perkosaan dan eksploitasi tubuh melalui internet. Kegiatan ini berbayar dan bersifat eksklusif. 


2. Penyebaran konten seksual 


Berupa penyebaran foto, video dan screen capture antara pelaku dengan korban. Konten tersebut kemudian disebarkan secara luas melalui internet. 


3. Balas dendam pornografi 


Pelaku dan korban pernah menjalin relasi. Kemudian video intim dengan kornban disebarkan dengan alasan dendam atau bahkan meraih keuntungan. 


Ironisnya, kasus pelecehan seksual di internet belum memiliki payung hukum. Bahkan banyak korban yang justru menjadi tersangka karena pencemaran nama baik. 

Jenis-jenis lain pelecehan seksual: 


1. Pandangan yang melihat tubuh dari atas ke bawah

2. Siulan nakal dari orang yang dikenal atau tidak dikenal

3. Komentar yang melecehkan

4. Gurauan bernada seksual

5. Bisikan bernana seksual

6. Meraba, colek, menyentuh bagian tubuh tertentu. 

Penyebab pelecehan seksual:


1. Pria menganggap wanita lebih lemah

2. Pelaku memiliki riwayat kekerasan seksual saat kecil

3. Pelaku pernah menyaksikan kekerasan seksual 

4. Pelaku memiliki kekuasaan kepada korban. Misal atasan korban. 

5. Pelaku memiliki hasrat seks yang tidak bisa disalurkan dengan pasangannya. 

6. Sering menonton konten porno

Apa yang dapat dilakukan untuk menghindari pelecehan seksual: 


1. Waspada terhadap sekeliling, terutama orang yang belum dikenal

2. Waspada saat berada di tempat asing.

3. Tunjukan bahwa kamu wanita kuat dan percaya diri

4. Hindari kontak mata dengan orang lain, terutama yang tidak dikenal

5. Bawa alat perlindungan seperti spray atau apapun yang dapat melumpuhkan pelaku.

6. Berani melakukan perlawanan

7. Berani melaporkan 


Artikel Lainnya





Leave a Comment