IMG-LOGO
Home Family Berkaca Kasus Aa Gym, Wanita Harus Tahu dan Berani Kapan Meninggalkan Pasangannya
Family

Berkaca Kasus Aa Gym, Wanita Harus Tahu dan Berani Kapan Meninggalkan Pasangannya

by nat - June 11th, 2021 255 Views
Berkaca Kasus Aa Gym, Wanita Harus Tahu dan Berani Kapan Meninggalkan Pasangannya

Rumah tangga dai kondang Aa Gym dan Teh Ninih kembali menjadi sorotan. Baru-baru ini, Aa Gym kembali menggugat cerai Teh Ninih untuk ketiga kalinya. 


Rupanya, selama ini, hubungan kedua pasangan tersebut tidak baik-baik. Seperti yang dibongkar oleh sang anak, Ghaza, belum lama ini.


Ghaza mengungkap selama 15 tahun menikah, ibunya selalu tersakiti. Starus Teh Ninih, kata Ghaza, digantung setelah ayahnya mencabut gugatan cerai di pengadilan agama. Bahkan Ghaza menemukan indikasi adanya ‘permainan’ di pengadilan terkait gugatan cerai Aa Gym kepada Teh Ninih pada April lalu. 


Di sisi lain, pihak Teh Ninih mengaku siap untuk bercerai dengan Aa Gym. “Sangat menghendaki, karena sesuai kaidah agama sudah ditalak tiga harus berdasarkan pengadilan perceraiannya,” kata pihak Teh Ninih. 


Berkaca dari kasus tersebut, seharusnya wanita berani mengambil sikap, apalagi ketika menyadari bahwa rumah tangganya sudah hampir kandas. 


Baca Juga: 

Menurut penelitian seperti yang dipublikasikan oleh Divorce Mag, kebanyakan wanita sebetulnya sudah menyadari dan merencanakan untuk meninggalkan pasangan, hingga dua tahun sebelum mereka memutuskan untuk berpisah. 


Artinya, wanita sudah memiliki firasat, menyadari tindakan aneh pasangannya, dan perlakuan buruk pasangannya jauh-jauh hari sebelum memutuskan untuk berpisah. 


Untuk mempermudah mengambil keputusan, belajardrcinta.com telah merangkum dari berbagai sumber, tanda-tanda yang sangat jelas tentang hubungan yang harus diakhiri. 

1. KDRT


KDRT adalah hal yang tidak dibenarkan. Bahkan termasuk ke dalam ranah hukum pidana. Yang artinya, pasangan baik pria atau wanita, tidak berhak melakukan KDRT.


Berdasarkan data, statistik KDRT terhadap wanita sangat tinggi. Wanita lima kali lebih rentan mengalami KDRT ketimbang pria. 


Bila kamu mengalami KDRT, itu merupakan alasan yang paling logis untuk berpisah dari pasangan. 

2. Tidak ada komunikasi dan Kompromi


Komunikasi adalah landasan untuk membangun rumah tangga. Ada pepatah yang bilang, kalau komunikasi mati, maka hubungan sudah mati. Karena itu, komunikasi adalah hal yang paling utama untuk menyatukan dua insan manusia. 


Ciri komunikasi yang telah mati: 

1. Tidak ada sopan santun dan saling menghormati

2. Saling berkata kasar

3. Mengintimidasi

4. Tidak ada lagi empati terhadap pasangan.

5. Tidak ada lagi kompromi sehingga saling egois. 

3. Tidak lagi ada visi


Ketika pacaran dulu, pasangan memiliki visi bersama, salah satunya menikah. Ketika menikah, pasangan juga harus membangun dan memiliki visi bersama. Seperti memiliki anak, memiliki kehidupan yang lebih baik dalam 10 tahun ke depan, dan sebagainya.


Sayang visi bersama ini mudah goyang. Pasangan kerap egois dan justru memikirkan ego masing-masing. Seperti berselingkuh, poligami, dan sebagainya, yang membuat rumah tangga menjadi kisruh. 


BACA JUGA:

4. Suami adalah raja, Istri pembantunya


Ini yang kerap terjadi dalam hubungan suami istri di Indonesia. Suami merasa harus dianggap lebih, seperti seorang raja. Dan istri harus memenuhi segala kebutuhan mereka, harus mengurus anak, dan rumah tangga. Ini adalah ketidaksetaraan dalam rumah tangga. Karena seharusnya, rumah tangga yang dibangun memiliki solidaritas dan kerja sama yang baik antara suami dan istri. 


Sehingga, semua peran, pekerjaan, keputusan dan tanggung jawab harus ditanggung bersama. 

5. Tidak ada lagi seks


Pasangan yang tidak lagi berhubungan seks, tidak akan lagi merasa terhubung satu sama lain. Karena itu, seks adalah bagian penting dalam suatu hubungan. Tanpa seks pasangan tidak lagi tertarik kepada pasangannya. Dan berpotensi mencari seks dengan orang lain. Hilangnya seks dalam rumah tangga bisa menjadi tanda kalau pernikahan hampir berakhir. 


Selain hal di atas, tanda-tanda lain hubungan rumah tangga hampir berakhir adalah: 

  1. kebohongan yang terus menerus

  2.  ketidakpercayaan terhadap pasangan

  3. Pengkhianatan 

  4. perselingkuhan 


Hal tersebut sangat menyakitkan dan bisa menyebabkan trauma. 

Perpisahan lebih baik daripada pernikahan yang buruk


Yang harus dipahami adalah perceraian bukanlah kegagalan. Perceraian adalah kedewasaan untuk mengakui bahwa kita sudah cukup kuat untuk mengakhiri masalah dan menatap masa depan yang baru. Jangan mau ditindas, apalagi terus menerus menerima perlakuan buruk, seperti KDRT dan perselingkuhan. 

Artikel Lainnya






Leave a Comment