0

Pelakor. Perebut Laki Orang. Sekali lagi netizen Indonesia membuktikan kemampuannya melahirkan istilah catchy yang mudah menyebar secara viral, terutama lewat social media.

Pelakor adalah iblis dalam bentuk wanita yang merebut suami orang.

Padahal ini cuma nama lain dari WIL alias Wanita Idaman Lain. Tapi sepertinya karena namanya yang terkesan garang, pelakor jadi lebih populer.

Pelakor adalah setan. Pelakor yang menyebabkan hancurnya rumah tangga, rusaknya masa depan anak-anak. Pokoknya apapun yang jelek-jelek. 

Pelakor biasanya dianggap atau digambarkan sebagai wanita penggoda yang seksi, cantik, dandan maksimal, yang tujuannya cuma mengincar uang si ‘laki orang’.

Urusan ‘pelakor’ belakangan makin diramaikan oleh bintang tamu ‘Jennifer Dunn’ yang dilabrak oleh anak dari ‘laki orang’ yang di’rebut’nya. Video itu menyebar cepat lewat internet. Mungkin menarik kalau dibuat perbandingan kecepatan penyebaran Jedun vs Ariel (ehem). Dan disinilah netizen Indonesia beraksi. Komentar. Share. #viralkan. Setelah itu menyusul jg video amatir lain, bahkan yang dalam format POV, dimana si ibu-ibu melabrak pelakor dan melemparkan uang ke si pelakor #makeitrain. Dan lagi-lagi.. komentar para netizen yang makin kendor jempolnya bikin tertawa. Tapi juga miris.

Anehnya, selama ini kita lebih terbiasa dengan pikiran bahwa pelakor alias WIL adalah yang merusak hubungan rumah tangga. Wanita yang menggoda suami orang, sehingga jatuh ke pelukannya. Seolah lelaki adalah benda yang bisa direbut. Seolah lelaki adalah makhluk lemah. Wanita diwajibkan menjaga pasangannya. Supaya tidak jatuh ke pelukan pelakor. Suami yang sukses dan banyak duit biasanya rentan direbut.

Tidak jarang para pelakor ini berpikir, berhubungan dengan lelaki yang sudah berkeluarga dianggap lebih aman. Mapan. Karena lelaki yang sudah berkeluarga (biasanya) punya hidup yang lebih stabil. Meski ada sebagian pelakor yang tujuannya memang untuk jalan pintas menuju kekayaan, bukan berarti semua kesalahan ada di tangan si pelakor. Ini bukan tindak kejahatan satu pihak seperti copet atau rampok. Si suami juga punya peran disini. Dia juga bersalah. Digodain kok mau? Kemudian ada pembelaan: kucing dikasih ikan ya mau, lah.

Loh, situ kucing?

pelakor
Jadi malu :3

Disini kemudian ada diskriminasi gender lagi. Di video JD (bukan .id) dan ibu PoV ala kanjeng dimas yang menghamburkan uang, komentar yang bermunculan selalu menyerang si pelakor. Kok ga adil. Si lakinya ga ada yang nyerang. Enak aja duduk manis liat dua wanita memperebutkan dia macam raja minyak. Seolah dialah harta paling berharga di prahara rumah tangga ini (huyuh).

 

Baca Juga  Cara Keluar dari Friendzone

Ada pula yang beranggapan, hubungan yang biasanya disatroni pelakor memang sudah tidak harmonis. Pelakor kemudian jadi bumbu dan akhirnya menyebabkan perpisahan yang sebenarnya tidak terelakkan. Memang bukan tidak mungkin sebuah hubungan menjadi tidak harmonis, tapi harusnya orang ketiga bukan menjadi penyebab utama perpisahan. Kalau memang tidak cocok dan ingin berpisah, selesaikan permasalahan, cari solusi, atau berpisah, baru move on dan cari pasangan baru. Prosesnya jangan dibalik.

Meski memang rasanya menarik untuk memulai suatu hubungan dengan orang baru yang bikin penasaran dan geregetan, tapi pada akhirnya sebuah hubungan bukanlah cuma tentang romansa dan indah-indah aja. Hubungan yang sehat harus bisa melewati berbagai kondisi dan tahap kehidupan.

 

Tindakan pelakor, adalah hal yang lumrah dilakukan tanpa sadar secara psikologis, karena kebutuhan dasar kita sebagai manusia yang membutuhkan pasangan. Meski begitu, studi dan teori ini masih sulit dibuktikan dan ragam tradisi yang berbeda di tiap belahan dunia membuatnya semakin sulit untuk dibuktikan. Yang lebih mudah dibuktikan adalah hubungan yang dimulai dari ‘perebutan pasangan’ seringkali tidak bertahan lama. Ini karena kurangnya komitmen. Kenapa? Karena hubungan tersebut menyebabkan pemikiran bahwa kamu bisa saja meninggalkan pasanganmu jika dirasa sudah kurang menarik – dan sebaliknya.

 

Pada akhirnya ‘perebut laki orang’ adalah istilah yang konyol.

Pertama, karena ketidakadilan gender. Kenapa ada pelakor, tapi tidak ada pebirang (perebut bini orang). #mungkinkarenagaenakdisebutnya.

 

Kedua, manusia bukanlah barang.

Pasangan kamu bisa punya pilihan. Setia atau selingkuh. Bukan direbut.

Istilah ‘perebutan’ tidak lain adalah perselingkuhan.

 

Nah, kalau kamu diselingkuhin, galau, mendingan curhat sama kita. Daripada bikin video. Emang sih jadi viral. Tapi ya ga gitu juga sih.

Baca Juga  Pasangan Terbukti Tak Perawan, Putus Atau Lanjut?

 

Comments

comments

SHARE