93

Wanita kerap kali menjadi korban dalam sebuah hubungan, menjadi korban perselingkuhan, mengalami sakit fisik, bahkan menjadi korban KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga. Meski begitu, banyak wanita yang mampu bertahan dalam hubungan yang buruk, meski jadi korban KDRT.

Apa yah penyebabnya wanita bisa sekuat itu? Kenapa mereka tidak mau keluar dari hubungan yang sangat buruk, dan memilih bertahan, meski jadi korban KDRT?

Penelitian yang dilakukan oleh Jurnal Hormones and Behavior menyebutkan bahwa wanita mampu bertahan dalam hubungan buruk karena adanya oksitosin atau yang disebut dengan hormon cinta.

Baca Juga  Bagaimana Mengatasi Pacar Posesif?

Nicholas Grebe ahli endokrinologi perilaku mengatakan, dalam hubungan yang buruk, wanita biasanya bertahan dan menjaga hubungan dengan pasangannya, agar seolah-olah tetap harmonis. Hal disebabkan munculkan hormon cinta.

Oksotosin atau hormon cinta membuat lebih menyayangi pasangan meski terus disakiti. Dengan munculnya oksitosin, menjadikan wanita lebih kuat, dan mampu menolelir sakit fisik dan hati yang mereka derita, meski menjadi korban KDRT.

“Wanita kerap kali merasa hubungan dan ikatannya lebih kuat, karena mereka sangat mencintai pasangannya. Rasa cinta yang dalam itu mengeluarkan oksitosin. Dan itu membuat mereka sangat menyayangi pasangan, meski kerap disakiti,” kata Nicholas Grebe.

Baca Juga  Cara Bahagia Jadi Jomblo, Jangan Sedih Terus!

Nicholas menyarankan agar wanita tidak mengikuti perasaannya, jika menjalani hubungan yang buruk, apalagi hingga menjadi korban KDRT. “Keluar dari hubungan yang buruk, akan mengembalikan keseimbangan hidup wanita,” dia menegaskan.

Baca Juga  Pria Pilih Wanita Cantik Atau Seksi?
Follow Instagram @belajardrcinta
Mau curhat cinta?
Curhat lewat LINE: @belajardrcinta

Kirim keluh kesah kamu ke: bdcinta@gmail.comcurhat@belajardrcinta.com

Comments

comments