0

Mayoritas wanita di dunia ini akan memilih gaun pengantin berwarna putih saat menghelat pernikahan mereka. Tapi, tahu nggak sih kalian, bagaimana sejarahnya kenapa gaun pengantin kerap menggunakan warna putih?

Bagi kalian yang menjawab karena putih merupakan lambang kesucian, jawaban kalian cukup benar. Tapi,ada alasan lain lho kenapa warna putih dipilih sebagai warna pada gaun tersebut.

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, BDC mau ajak kalian terlebih dahulu mengulas sejarah gaun digunakan sebagai busana pengantin.

Baca Juga  Seperti Inilah Cowok Sempurna di Mata Cewek

Dan ternyata, penggunaan gaun sebagai busana pengantin merupakan kebudayaan masyarakat Eropa. Busana tersebut mulai digunakan pada awal 1500-an.

Tapi, pada masa tersebut, warna putih bukanlah warna yang digunakan sebagai gaun pengantin.

Warna baju pernikahan favorit pada masa itu adalah merah mawar, merah burgundi, dan warna kuning gading.

Warna putih sendiri tidak pernah digunakan sebagai baju pernikahan, karena dianggap sebagai warna sial. Ya di masa itu, warna putih adalah simbol warna untuk sebuah peristiwa duka.

Baca Juga  Wow, Kata Pertama Hamish Daud Begitu Menikahi Raisa

Mitos itu terjadi setelah pernikahan Ratu Mary dari Skotlandia pada 1558. Tak lama setelah menikah, suami Ratu Mary mangkat. Masyarakat percaya, mangkatnya suami ratu, karena Raty Mary menggunakan baju putih saat pernikahannya.

Dan semenjak kematian suami Ratu Mary, gaun putih untuk pernikahan pun tak lagi dipakai, karena dianggap sebagai warna sial.

Tapi, pada 1840 Ratu Victoria yang menikah dengan Pangeran Albert mematahkan mitos Ratu Mary. Ratu Victoria dianggap nekat mengenakan gaun putih saat menikah.

Dan benar saja, segala kekhawatiran akan kesialan pun tak terjadi, hingga akhirnya warna putih kembali menjadi warna favorit sebagai gaun pengantin.

Warna tersebut pun tak lagi menjadi simbol kesialan, berubah menjadi tanda kemurnian hati seorang wanita.

Namun demikian, hingga kini masih ada secuil negara yang menghindari warna putih dalam penikahan, karena dianggap sebagai lambang kesedihan.

Salah satunya adalah China atau Tiongkok, yang melambangkan putih sebagai warna duka. Putih, bagi masyarakat Tiongkok sangat pantang digunakan dalam pernikahan, karena merupakan warna sakral dalam upacara pemakaman.

Baca Juga  Ternyata Ini Alasan Setiap Pria Tegang saat Ucapkan Ijab Kabul
Follow Instagram @belajardrcinta
Mau curhat cinta?
Curhat lewat LINE: @belajardrcinta

Kirim keluh kesah kamu ke: bdcinta@gmail.comcurhat@belajardrcinta.com

Comments

comments